Putu Hutami Kumala Dewi (1), Umi Khoirun Nisak (2)
General Background: E-Puskesmas is implemented as an electronic health information system to support integrated healthcare services at community health centers. Specific Background: User satisfaction with E-Puskesmas can be assessed through the End User Computing Satisfaction (EUCS) dimensions of Content, Format, Accuracy, Ease of Use, and Timeliness. Knowledge Gap: The contribution of these five dimensions to staff satisfaction with E-Puskesmas in Pasuruan Regency requires empirical assessment. Aims: This study aims to analyze staff satisfaction with E-Puskesmas using the EUCS method in Pasuruan Regency. Results: A quantitative cross-sectional study involved 185 health workers from seven Puskesmas. Data were collected through Google Forms and analyzed using SEM-PLS. The model explained 83.6% of the variance in user satisfaction (R²=0.836). Accuracy was significantly associated with user satisfaction (p=0.032), while Timeliness showed the strongest significant association (p<0.001). Content (p=0.111), Format (p=0.902), and Ease of Use (p=0.062) were not statistically significant. Novelty: The study identifies the relative contribution of five EUCS dimensions to staff satisfaction with E-Puskesmas within Puskesmas in Pasuruan Regency. Implications: The findings highlight the importance of accurate information and timely system processing for supporting staff satisfaction with E-Puskesmas.
Key Findings Highlights
Timeliness recorded the strongest statistical association with staff satisfaction.
Accuracy was also statistically associated with staff satisfaction.
Content, Format, and Ease of Use were not statistically significant predictors.
Keywords : E-Puskesmas, User Satisfaction, End User Computing Satisfaction, Accuracy, Timeliness
Teknologi Informasi Kesehatan yakni suatu alat, metode dan produk yang ditunjukan untuk menegakan penanganan permasalahan Kesehatan, pencegahan penyakit dan diagnosa yang berpedoman pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan berdasarkan pasal 1 Ketentuan Umum No 18 [1]. Dimana dirancang untuk memperbaiki mutu pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan tersebut adalah Puskesmas. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonsesia Nomor 19 Tahun 2024 Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) yakni bagian Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggungjawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya yang bertugas melaksanakan fungsi penyelenggaraan pelayanan Kesehatan primer baik dalam pelayanan Kesehatan paliatif, rehabilitative, kuratif, preventif dan promotif di wilayah kerjanya secara terintegrasi dan saling berkesinambungan [2].
Dalam penyelenggaraan Puskesmas yang terintegrasi dan berkesinambungan diperlukannya suatu sistem informasi yang menjembatani pelaksanaan tersebut yakni dengan menggunakan Sistem Informasi Puskesmas. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 18 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Satu Data Bidang Kesehatan melalui Sistem Informasi Kesehatan Pasal 11 arti Puskesmas dalam Sistem
Informasi Kesehatannya wajib menyediakan informasi mengenai Kesehatan ibu dan anak(KIA), sumber daya Kesehatan, demografi, imunisasi, status gizi, pengendalian penyakit, dan kesehatan lingkungan yang disusun pada hasil pelaporan serta pencatatan puskesmas serta jejaringnya dalam proses penentuan keputusan manajemen guna bahwa Puskesmas dalam Sistem tercapaiannya sasaran kegiatan pada kluster puskemas [3].
Rekam Medis Elektronik (RME) yang diterapkan di Kabupaten Pasuruan menggunakan Sistem Informasi E-Puskesmas yang dimulai sejak tahun 2018 namun pada kenyataannya penggunaan sistem rekam medis elektronik sendiri benar-benar dilakukan dan di fokuskan pada desember akhir tahun 2024 karena sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 tahun 2022 dimana rekam medis elektronik mulai diberlakukan secara keseluruhan [4]. E-Puskesmas yakni sistem rekam medis elektronik yang dibuat guna memenuhi kebutuhanp pelaporan dan pencatatan data secara digital pada Puskesmas. Aplikasi berbasis web yang dikembangkan oleh PT. Infokes memiliki tujuan untuk mendukung pengelolaan dan pendokumentasian layanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (Puskesmas).
Berdasarkan observasi awal masa peralihan Puskesmas di Kabupaten Pasuruan. Keberhasilan E-Puskesmas adalah data pelaporan yang terkirim ke platform satu sehat, sudah mengurangi penggunaan kertas, dan terdata rapi didalam aplikasi. Namun E-Puskesmas masih terdapat beberapa kendala yang sering dialami petugas kesehatan dalam mengaksesnya seperti sistem yang terkadang error atau tidak terbridging, sistem keakuratan id dan password yang masih bisa diakses orang lain dan kebutuhan informasi kadang belum terdapat di menu E-Puskesmas sehingga diperlukan meminta informasi terlebih dahulu kepada pihak terkait yakni Call Center Infokes baik secara e-mail atau whatsapp untuk menambahkan data atau fitur yang diperlukan sehingga berdampak pada kebutuhan pelaporan yang biasanya diperbaiki dalam waktu 1x24 jam atau tidak realtime, serta berdarkan data yang diambil dari dashboard pemantauan aliran data SatuSehat pelaporan yang terkirim ke satu sehat belum terpenuhi 15 resource seperti Puskesmas Tosari dan Puskesmas Sukorejo 5 resource, Puskesmas Prigen, Puskesmas Pandaan dan Puseksmas Purwodadi 7 resource, Puskesmas Karangrejo 9 resource, dan Puskesmas Purwosari 12 resource yang perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Infokes untuk membantu pengiriman data via Call Center Infokes. Keberhasilan dan kendala dalam penggunaan E-Puskesmas inilah yang menjadi tolak ukur dalam kepuasan tenaga kesehatan sebagai pengguna.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik Cross-sectional [5] dengan uji Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan menggunakan aplikasi SmartPLS 4.0 [6]. Dengan mengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner kepada pengguna sistem informasi E-Puskesmas di Kabupaten Pasuruan. Populasi penelitian ini terdiri dari 33 Puskesmas dengan menggunakan teknik cluster sampling [7], yaitu dengan menentukan daerah sampel yakni dengan melihat keadaan karakteristik wilayah Kabupaten Pasuruan terutama Puskesmas yang berada di wilayah dataran tinggi dan kluster wilayah dataran rendah yang berjumlah 7 puskesmas. Populasi cluster sebesar 356 petugas dengan jumlah masing-masing cluster 185 responden sebagai berikut :
Tabel 1. Jumlah Sampel Masing-masing Kluster
Figure 1.
Variabel yang diteliti pada penelitian ini meliputi Variabel Independent berdasarkan metode Und User Computing System (EUCS) yakni Aspek Isi (Content), Aspek Keakuratan (Accuracy), Aspek Kemudahan Pengguna (Easy of use), Aspek Tampilan (Format), dan Aspek Ketepatan Waktu(Timeliness) dan Variabel Dependentnya adalah kepuasan pengguna E-Puskesmas. Jenis pengumpulan data menggunakan data primer dengan penyebaran kuesioner melalui g-form kepada 7 puskesmas menggunakan skala likert (1-5).
Tabel 2. Instrumen Kuesioner Penelitian
A.Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin, Usia, Masa Bekerja dan Instansi
Tabel 3. Frekuensi Petugas menurut Jenis Kelamin, Usia, Masa Bekerja dan Instansi [10]
Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dan diolah datanya di 7 Puskesmas di Kabupaten Pasuruan yang mencakup sebanyak 185 responden dan dijabarkan dalam tabel 4. di bawah ini dapat diketahui bahwa sebagaian besar responden berjenis kelamin Perempuan yakni sebesar 146 responden dengan nilai presentase 79%, usia responden terbanyak diantara 31 tahun–40 tahun yakni sebesar 73 responden dengan nilai presentase 39%, masa kerja responden terbanyak diantara 16 tahun-20 tahun yakni sebesar 56 responden dengan nilai presentase 30% serta responden terbanyak di unit kerja Puskesmas Sukorejo dengan 35 responden sebesar 19%.
B.Analisa Hasil Uji Outer Model
Berikut model SEM-PLS tahap awal :
Gambar 1. Pengujian Model Variabel Tahap awal
Figure 2.
Analisa outer model adalah pengukuran reflektif yakni pengukuran dengan penelaian menggunakan uji validitas dan relaibilitas. Berikut beberapa perhitungan yang digunakan dalam menganalisa penelitian ini, yakni :
a.)Validitas Konvergen
Tabel 4. Temuan Outer Loading Uji Covergent Validity Tahap Pertama
Hasil uji convergent validity diatas menunjukkan beberapa indikator pernyataan yang dinyatakan tidak valid atau invalid. Indokator tersebut yaitu C3 (0,694) dari variabel ketepatan dan Y3 (0,675) dari variabel Kepuasan Pengguna tidak memenuhi ambang batas minimun sebesar 0.7 yang menunjukkan indikator tersebut tidak mampu memberikan konteks yang diperlukan. Akibatnya, kedua indikator tersebut dikeluarkan dari model dan pengujian validitas konvergen dapat dilanjutkan.
Gambar 2. Temuan uji validitas konvergen
Figure 3.
b.)Average Variance Extracted (AVE)
Tabel 5. Hasil Uji Average Variance Extracted (AVE) Uji Validitas Konvergen
Semua variabel memiliki nilai Average Variance Extracted (AVE) diatas ketentuan 0,50 dengan seluruh variabel dinyatakan valid. Variabel Ease Of Use dengan Average Variance Extracted (AVE) tertinggi yakni sebesar 0,822.
c.)Validitas Diskriminan
Tabel 6. Temuan Cross Loading Uji Validitas Diskriminan Tahap Pertama
Nilai cross loading untuk variabel content, format, accuracy, Ease Of Use, Timeliness dan kepuasan pengguna memiliki nilai korelasi antara indikator dengan variabelnya > indikator pada variabel lainnya, kecuali pada indikator E5 dengan nilai 0,906 dari variabel Ease Of Use memiliki nilai yang lebih besar daripada indikator variabel Ease of Use itu sendiri sehingga perlu dihilangkan.
Gambar 3. Temuan Uji Validitas Diskriminan
Figure 4.
d.)Construct Reliability Cronbach’s Alpha
Tabel 7. Temuan Cronbach’s Alpha
Tabel diatas menunjukkan masing-masing variabel dalam Cronbach’s Alpha diatas ketentuan minimal 0,70 yang mendasarkan alat dipergunakan fungsinya dengan baik dan konsisten. Variabel kemudahan pengguna memiliki nilai Cronbach’s Alpha tertinggi dengan 0,946.
e.)Construct Reliability Composite Reliability (CR)
Tabel 8. Nilai Composite Reliability (CR)
Masing-masing variabel dalam penelitian memiliki nilai Composite Reliability (CR) diatas ketentuan minimal 0,70 yang berarti reliabel dalam penggunaan instrument. Variabel Ease Of Use memiliki nilai Composite Reliability (CR) terbesar dengan 0,958.
C.Analisa Hasil Uji Model Fit
Tabel 9. Hasil Uji Model Fit
Dalam penelitian ini GoFnya bernilai 0,809 yang berarti memiliki kesesuaian model yang sangat kuat sehingga model penelitian ini dapat menunjukkan hubungan antara konstruk secara baik.
D.Analisa Hasil Uji Inner Model/ Uji Hipotesis
a.)Uji Koefisien Determinasi (R2)
Tabel 10. Temuan Uji R Square (R2)
Dengan uji R square (R2 variabel dependent Kepuasan Pengguna diperoleh nilai sebesar 0,836. Hal ini menunjukkan bahwa variabilitas Kepuasan Pengguna dapat dijelaskan 5 Aspek yakni sebesar 83,6%. Dimana nilai koefisiensi Determinasi (R2) sebagai kategori kuat. Untuk menunjukkan koefisiensi Determinasi (R2) dapat digambarkan pada hasil dibawah ini :
Gambar 4. Hasil Akhir PLS-SEM
Figure 5.
b.)Uji Effect Size (Uji F square)
Tabel 11. Temuan Uji Effect Size (Uji F square) [13]
Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.Aspek Content terhadap Kepuasan Pengguna
Nilai F2 = 0,018 menunjukkan bahwa nilai F Square pengaruh aspek content terhadap kepuasan pengguna efeknya kecil atau berada pada nilai 0,02 ≤ f² < 0,15. Sehingga menunjukkan bahwa aspek content memang berkontribusi terhadap kepuasan pengguna namun pengaruhnya terbatas.
2.Aspek Format terhadap Kepuasan Pengguna
Nilai F2 = 0,040 menunjukkan bahwa nilai F Square pengaruh aspek format terhadap kepuasan pengguna efeknya kecil atau berada pada nilai 0,02 ≤ f² < 0,15. Sehingga menunjukkan bahwa aspek format memang berkontribusi terhadap kepuasan pengguna namun pengaruhnya terbatas.
3.Aspek Accuracy terhadap Kepuasan Pengguna
Nilai F2 = 0,000 menunjukkan bahwa nilai F Square pengaruh aspek accuracy terhadap kepuasan pengguna efeknya kecil atau berada pada nilai 0,02 ≤ f² < 0,15 dan dapat diabaikan. Sehingga menunjukkan bahwa meskipun aspek accuracy dapat membentuk kepuasan pengguna dalam penelitian ini tidak terbukti memberikan kontribusi lansung terhadap peningkatan kepuasan pengguna.
4.Aspek Ease Of Use terhadap Kepuasan Pengguna
Nilai F2 = 0,032 menunjukkan bahwa nilai F Square pengaruh aspek Ease Of Use terhadap kepuasan pengguna efeknya kecil atau berada pada nilai 0,02 ≤ f² < 0,15. Sehingga menunjukkan bahwa aspek Ease Of Use memang berkontribusi terhadap kepuasan pengguna namun pengaruhnya terbatas.
5.Aspek Timeliness terhadap Kepuasan Pengguna
Nilai F2 = 0,281 menunjukkan bahwa nilai F Square pengaruh aspek Timeliness terhadap kepuasan pengguna efeknya moderat atau berada pada nilai 0,15 ≤ f² < 0,35. Sehingga menunjukkan bahwa aspek Timeliness merupakan factor penting yang turut mendorong kepuasan pengguna.
c.)Uji Signifikansi (Pengujian Hipotesis)
Tabel 12. Temuan Path coefficient Bootstrapping Direct Effect
1.Pengaruh Aspek Content terhadap Kepuasan Pengguna
Pada Aspek Content memiliki nilai koefisien jalur positif 0,102 dengan nilai T statistic sebesar 1,596 dan nilai P-value sebesar 0,111. Dari temuan ini menunjukkan aspek content bernilai positif namun tidak berpengaruh signifikan dalam kepuasan pengguna (Hipotesis 1 Tidak Terbukti).
Temuan yang dilakukan oleh Medyantiwi Rahmawita, dkk (2022) yang menjelaskan bahwa aspek content tidak berpengaruh dalam kepuasan pengguna. Hal ini dikarenakan pengguna menilai bahwa tampilan informasi pada Siasy sudah dapat dipahami dan memenuhi keinginan pengguna [14].
2.Pengaruh Aspek Format terhadap Kepuasan Pengguna
Pada Aspek Format memiliki nilai koefisien jalur positif sebesar 0,012 dengan nilai T statistic sebesar 0,123 dan nilai P-value sebesar 0,902. Dari temuan ini menunjukkan aspek Format bernilai positif namun tidak berengaruh yang signifikan dalam kepuasan pengguna (Hipotesis 2 Tidak Terbukti).
Temuan yang dilakukan oleh Khansa’ Nadhifan (2021) menjelaskan bahwa aspek tampilan (Format) disimpulkan bahwa tidak memiliki pengaruh dalam kepuasan pengguna, meskipun tampilan interface dalam sistem CeLOE LMS belum menyediakan informasi yang lengkap dan jelas, namun hal ini tidak menurunkan tingkat kepuasan pengguna secara nyata. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan [15].
3.Pengaruh Aspek Accuracy terhadap Kepuasan Pengguna
Pada Aspek Accuracy memiliki nilai koefisien jalur positif sebesar 0,188 dengan nilai T statistic sebesar 2,142 dan nilai P-value sebesar 0,032. Dari temuan ini menunjukkan aspek Accuracy bernilai positif dan memiliki pengaruh dalam kepuasan pengguna walau tidak sesignifikan pada aspek Timeliness (Hipotesis 3 Tidak Terbukti).
Temuan yang dilakukan oleh Siti Nurhayati (2024) menjelaskan bahwa aspek Akurasi (Accuracy) disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam kepuasan pengguna yakni dari segi keakuratan hasil output yang diberikan, hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan terhadap E-Puskesmas [16].
4.Pengaruh Aspek Ease Of Use terhadap Kepuasan Pengguna
Pada Aspek Ease Of Use memiliki nilai koefisien jalur positif sebesar 0,187 dengan nilai T statistic sebesar 1,864 dan nilai P-value sebesar 0,062. Dari temuan ini menunjukkan aspek Ease Of Use bernilai positif namun tidak berpengaruh yang signifikan dalam kepuasan pengguna (Hipotesis 4 Tidak Terbukti).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Aldyan Fanindya Nugraha, dkk (2024) menjelaskan bahwa aspek Kemudahan Pengguna (Ease Of Use) disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh dalam kepuasan pengguna, hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan karena suatu aplikasi seperti KAI Access sudah melakukan kemudahan dalam akses penggunaanya, kepuasan penggunanya pun tidak berpengaruh [17].
5.Pengaruh Aspek Timeliness terhadap Kepuasan Pengguna
Pada Aspek Timeliness memiliki nilai koefisien jalur positif sebesar 0,484 dengan nilai T statistic sebesar 6,798 dan nilai P-value sebesar 0,000. Dari temuan ini menunjukkan aspek Timeliness menunjukkan bahwa aspek Timeliness merupakan factor kunci yang secara signifikan dapat meningkatkan kepuasan petugas (Hipotesis 5 Terbukti).
Temuan yang dilakukan oleh Khansa’ Nadhifan (2021) menjelaskan bahwa aspek Ketepatan Waktu (Timeliness) memiliki pengaruh terhadap sistem e-Learning, hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan karena sistem CeLOE dapat memberikan data yang terkini atau up to date.
Berdasarkan hasil penelitian dan uji yang telah dilakukan terhadap 185 responden petugas Kesehatan di kluster sampling 7 Puskesmas di Kabupaten Pasuruan adalah sebagai berikut :
a.Variabilitas Tingkat kepuasan pengguna terhadap aplikasi E-Puskesmas di Kabupaten Pasuruan dapat dijelaskan oleh lima aspek EUCS (Content, Format, Accuracy, Ease Of Use, dan Timeliness) sebesar 83,6% dengan nilai koefisien determinasi (R2) variabel dependent Kepuasan Pengguna diperoleh sebesar 0,836 yang menunjukkan substantial atau kuat dengan Goodness of Fit prediktif kuat sebesar 0,809 dalam mengevaluasi system E-Puskesmas.
b.Variabel Isi (Content) aplikasi E-Puskesmas menunjukkan bahwa secara statistik tidak adanya pengaruh aspek isi (content) terhadap kepuasan penggunaan E-Puskesmas di Kabupaten Pasuruan. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa isi dan kelengkapan data dalam E-Puskesmas sangat memenuhi kebutuhan dasar dalam penggunannya namun tidak menjadi factor utama dalam penentu kepuasan dikarenakan terkadang menu pelaporan yang dibutuhkan masih belum tersedia atau harus melalui Call Center Infokes terlebih dahulu untuk meminta informasi.
c.Variabel Tampilan (Format) aplikasi E-Puskesmas menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh aspek tampilan (format) terhadap kepuasan penggunaan E-Puskesmas di Kabupaten Pasuruan. Desain User Interface (UI), segi pewarnaan, struktur visual dan tampilan menu dinilai sudah cukup baik dan tidak membuat kelelahan mata apabila digunakan namun aspek format bukan factor utama dalam kepuasan pengguna dalam penginputan data klinis dan penggunaannya.
d.Variabel Akurat (Accuracy) aplikasi E-Puskesmas menunjukkan bahwa secara statistik dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh aspek akurasi (accuracy) terhadap kepuasan penggunaan E-Puskesmas di Kabupaten Pasuruan. Keakuratan dalam penyediaan sistem oleh E-Puskesmas dalam menerima input , memproses data rekam medis elektronik dan menyediakan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta akurasi pelaksanaan sistem yang jarang terjadi error juga penentu dalam kepuasan penggunaan E-Puskesmas.
e.Variabel Kemudahan Pengguna (Ease Of Use) aplikasi E-Puskesmas menunjukkan bahwa secara statistik dapat disimpulkan bahwa tidak adanya pengaruh aspek tampilan (format) terhadap kepuasan penggunaan E-Puskesmas di Kabupaten Pasuruan. Petugas menganggap pengoperasian aplikasi sebagai bagian dari kewajiban regulasi baru , sehingga kemudahan atau kerumitan sistem tidak lagi menjadi penentu utama kepuasan mereka namun kendala infrastruktur dilapangan seperti jumlah komputer di poli yang belum merata dan koneksi internet yang kadang-kadang terganggu dapat mempengaruhi kepuasan pengguna.
f.Variabel Ketepatan Waktu (Timeliness) aplikasi E-Puskesmas menunjukkan bahwa secara statistik dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh aspek ketepatan waktu (Timeliness) terhadap kepuasan penggunaan E-Puskesmas. Apek Timeliness dalam penelitian ini terbukti menjadi faktor kunci utama yang berpengharuh positif dan paling signifikan terhadap kepuasan petugas yakni dalam ketepatan waktu sistem dalam mengolah data secara realtime, kecepatan dalam penyajian informasi dan kelancaran aliran data ke platform SatuSehat.
Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terimkasih juga kepada 7 Puskesmas di Kabupaten Pasuruan yang telah bersedia menjadi responden penelitian saya. Terimakasih juga kepada Suami saya, orang tua saya , saudara dan anak saya telah menjadi penyemangat saya dalam berproses.
“Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan,” 2023.
“Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat,” 2024.
“Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Satu Data Bidang Kesehatan Melalui Sistem Informasi Kesehatan,” 2022.
“Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 Tentang Rekam Medis,” 2022.
D. Z. Iba and A. Wardhana, Metode Penelitian, 2023.
J. F. Hair, J. J. Risher, M. Sarstedt, and C. M. Ringle, “When To Use And How To Report The Results Of PLS-SEM,” European Business Review, vol. 31, no. 1, pp. 2–24, Jan. 2019, doi: 10.1108/EBR-11-2018-0203.
N. Suriani, Risnita, and M. S. Jailani, “Konsep Populasi Dan Sampling Serta Pemilihan Partisipan Ditinjau Dari Penelitian Ilmiah Pendidikan,” J. Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 1, no. 2, pp. 24–36, Jul. 2023, doi: 10.61104/Ihsan.V1i2.55.
W. W. Chin and M. K. O. Lee, “A Proposed Model And Measurement Instrument For The Formation Of IS Satisfaction: The Case Of End-User Computing Satisfaction,” 2000.
Purwanto and P. B. Deden Hedin, “Measurement Of User Satisfaction For Web-Based Academic Information System Using End-User Computing Satisfaction Method,” IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, vol. 909, no. 1, p. 012044, Dec. 2020, doi: 10.1088/1757-899X/909/1/012044.
L. D. Martias, “Statistika Deskriptif Sebagai Kumpulan Informasi,” Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, vol. 16, no. 1, pp. 40–59, Jun. 2021, doi: 10.14421/Fhrs.2021.161.40-59.
K. S. Engel and H. Moosbrugger, “Evaluating The Fit Of Structural Equation Models: Tests Of Significance And Descriptive Goodness-Of-Fit Measures,” 2023.
D. Hooper, J. Coughlan, and M. Mullen, “Structural Equation Modelling: Guidelines For Determining Model Fit.”
S. Selya, J. S. Rose, L. C. Dierker, D. Hedeker, and R. J. Mermelstein, “A Practical Guide To Calculating Cohen’s F², A Measure Of Local Effect Size, From PROC MIXED,” Frontiers in Psychology, vol. 3, 2012, doi: 10.3389/Fpsyg.2012.00111.
M. T. Rahmawita, R. Riswandi, I. Maita, and Z. Zarnelly, “Analisis Kepuasan Mahasiswa Dengan Metode EUCS Dalam Penggunaan SIASY Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan,” Jurnal Ilmiah Rekayasa Dan Manajemen Sistem Informasi, vol. 8, no. 2, p. 201, Aug. 2022, doi: 10.24014/Rmsi.V8i2.18487.
K. N. R. Al Habsyi, “Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna E-Learning Universitas Telkom Menggunakan Metode End-User Computing Satisfaction,” JATISI: Jurnal Teknik Informatika Dan Sistem Informasi, vol. 8, no. 2, pp. 623–635, Jun. 2021, doi: 10.35957/Jatisi.V8i2.765.
S. Nurhayati, A. Guntara, and I. Fadil, “Kepuasan Pengguna Fitur Medis E-Puskesmas Dengan Model EUCS Dan DeLone & McLean Di Sumedang,” Nuansa Informatika, vol. 18, no. 2, pp. 209–219, Jul. 2024, doi: 10.25134/Ilkom.V18i2.216.
F. Nugraha, A. Pratama, and A. Faroqi, “Evaluasi Kepuasan Pengguna Aplikasi KAI Access Menggunakan Model End User Computing Satisfaction (EUCS),” Jurnal Publikasi Sistem Informasi Dan Manajemen Bisnis, vol. 3, no. 2, pp. 31–41, Jan. 2024, doi: 10.55606/Jupsim.V3i2.2717.